I JUDUL Pemeriksaan Golongan Darah ABO dan Rhesus Metode Bioplate Pertemuan ke-4 II. HARI, TANGGAL Selasa, 25 Agustus 2020 III. TUJUAN Untuk menentukan antigen, antibody yang dimiliki seseorang untuk mengetahui golongan darah pasien. IV. METODE Metode slide Bioplate/ mikroplate V. PRINSIP Ag (Aglutinogen) pada permukaan eritrosit akan bereaksi dengan Ab (agglutinin) pada antisera yang sejenis
darahsistem ABO dan Rhesus. Pemeriksaan golongan darah dilakukan baik pada pasien maupun pendonor (Mulyantari dan Yasa, 2017). 2.1.2. Sistem Antigen dan Antibodi pada Golongan Darah slide untuk penentuan golongan darah ABO dan rhesus. Kekurangan dari metode tabung, yaitu: 1. Membutuhkan waktu lama 2. Membutuhkan alat-alat yang lebih banyak
penggolongandarah ABO, dan rhesus, dimana penggolongan ini berdasarkan jenis antigen yang terkandung pada membran sel darah merah manusia yang disebut juga aglutinogen. aglutinasi pada pemeriksaan golongan darah ABO. Tabel 2 Reaksi serum pada sistem golongan darah ABO 100 GOLONGAN DARAH SERUM ANTI-A ANTI-B ANTI-AB O tidak menggumpal tidak
GolonganDarah A, B, O dan Rhesus. Hematologi; Deskripsi: Darah manusia dapat digolongkan menjadi ABO serta Rh(+) dan (-), berdasarkan ada tidaknya antigen A & B serta Rh pada permukaan sel darah merah.Fungsi utama pemeriksaan kedua golongan darah tersebut adalah untuk mencegah terjadinya inkompabilitas golongan darah pada saat transfusi yang
Tesgolongan darah adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui golongan darah seseorang. Terdapat dua jenis penggolongan darah, yaitu sistem ABO dan sistem Rhesus (Rh). Pasalnya, apabila golongan darah pendonor dan resipien tidak cocok, penggumpalan dan penghancuran sel darah yang berbahaya dapat terjadi.
tindakantransfusi darah menjadi terlambat dan menyebabkan kematian. Golongan darah ABO dan Rh adalah golongan darah yang paling penting meskipun beberapa golongan darah yang lain telah ditemukan sejauh ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi tentang manfaat mengetahui golongan darah dan Rh kepada pelajar TK, kegiatan yang dilakukan
Darahdengan rhesus ini sering digunakan dalam keadaan darurat medis ketika golongan darah tidak segera diketahui. Kondisi ini aman untuk sebagian besar penerima karena tidak memiliki antigen A, B atau RhD di permukaan sel, dan kompatibel dengan setiap golongan darah ABO dan RhD lainnya. Baca Juga: Inilah Kepribadian Menurut Golongan Darah
Latarbelakang: Penggolongan darah merupakan pemeriksaan laboratorium yang berdasar terjadinya reaksi antigen-antibodi invitro, yang dideteksi dengan adanya hemaglutinasi pada akhir reaksi. Golongan darah ABO dan Rhesus merupakan penggolongan darah yang rutin dikerjakan dalam pelayanan kesehatan, khususnya transfusi darah. Cara kerja konvensional adalah metode tube dan/atau metode slide.
TujuanCek Golongan Darah. Cek golongan darah adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memeriksa golongan darah ABO dan tipe Rh atau Rhesus seseorang. Cek golongan darah umumnya dilakukan pada seseorang yang memiliki kondisi seperti berikut ini: Seseorang yang membutuhkan transfusi darah, dapat disebabkan oleh karena anemia berat, pasca operasi
GolonganDarah adalah ciri khusus darah seseorang individu. Terdapat 2 jenis penggolongan darah yang paling yaitu ABO dan Rhesus ( factor Rh ). Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang ada dalam darah, seperti yang ada di dalam kotak berikut ini. Gol. Darah.
rRxc. A. Pendahuluan Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dengan kata lain, golongan darah ditentukan oleh jumlah zat kemudian disebut antigen yang terkandung di dalam sel darah merah. Ada dua jenis penggolongan darah yang paling penting, yaitu penggolongan ABO dan Rhesus faktor Rh. Selain sistem ABO dan Rh, masih ada lagi macam penggolongan darah lain yang ditentukan berdasarkan antigen yang terkandung dalam sel darah merah. Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Karl Landsteiner, seorang ilmuwan asal Austria yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam sistem ABO pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan sederhana ini pun dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor. Hasilnya adalah dua macam reaksi menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan darah A dan B dan satu macam tanpa reaksi tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O. Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O. Kemudian Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli yang masih kolega dari Landsteiner menemukan golongan darah AB pada tahun 1901. Pada golongan darah AB, kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi. Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda. Rhesus Faktor Rh atau Rhesus juga biasa disebut Rhesus Faktor pertama sekali ditemukan pada tahun 1940 oleh Landsteiner dan Weiner. Dinamakan rhesus karena dalam riset digunakan darah kera rhesus Macaca mulatta, salah satu spesies kera yang paling banyak dijumpai di India dan Cina. Pada sistem ABO, yang menentukan golongan darah adalah antigen A dan B, sedangkan pada Rh faktor, golongan darah ditentukan adalah antigen Rh dikenal juga sebagai antigen D. Jika hasil tes darah di laboratorium seseorang dinyatakan tidak memiliki antigen Rh, maka ia memiliki darah dengan Rh negatif Rh, sebaliknya bila ditemukan antigen Rh pada pemeriksaan, maka ia memiliki darah dengan Rh positif Rh+ Penting Untuk Transfusi Fairus Chalid, 2008. B. Pemeriksaan Golongan Darah Pemeriksaan Cell Typing Tujuan Untuk mengetahui golongan darah pendonor yang didasarkan pada antigen yang terdapat di sel darah merah. Prinsip Reaksi antigen-antibodi berupa penggumpalan aglutinasi Metode Slide Test dengan Menggunakan Darah Kapiler Tujuan Sebagai pemeriksaan awal untuk mengetahui golongan darah pendonor Alat dan Bahan – Object Glass Lancet Pengaduk Darah Kapiler Serum anti-A biasanya berwarna biru atau hijau Serum anti-B biasanya berwarna kuning Serum anti-AB biasanya berwarna merah muda/tak berwarna Serum anti-D Rhesus biasanya tidak berwarna / bening Cara Kerja Menyiapkan reagen disuhu kamarMeneteskan 1 tetes ±50 µ anti-A, anti-B, anti-AB, dan anti-D pada objek glass Memijit-mijit ujung jari manis/tengah donor dan kemudian melakukan desinfeksi dengan alkohol 70% Menusuk jari manis/tengah dengan posisi vertical, mengggunakan blood lancet Mengusap darah yang pertama kali keluar dari jari donor dengan kapas kering Meneteskan 1 tetes darah yang keluar pada objek glass yang sudah diberi antisera Mengaduk dengan batang pengaduk masing-masing campuran darah donor dengan antisera dan menggoyang-goyangkan Mengamati ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis Metode Slide Test dengan Menggunakan Suspensi Sel 10% Tujuan Untuk konfirmasi ulang pemeriksaan golongan darah pendonor sebelum ditransfusikan kepada pasien Alat dan Bahan – Object Glass Pengaduk Suspensi sel eritrosit 10% donor Serum anti-A biasanya berwarna biru atau hijau Serum anti-B biasanya berwarna kuning Serum anti-AB biasanya berwarna merah muda/tak berwarna Serum anti-D Rhesus biasanya tidak berwarna / bening Cara Kerja Meneteskan 1 tetes ±50 µl anti-A, anti-B, anti-AB, dan anti-D pada objek glass Memipet 50 µl suspensi sel 10% donor pada objek glass yang sudah diberi antisera Mengaduk dengan batang pengaduk masing-masing campuran darah donor dengan antisera dan menggoyang-goyangkan Mengamati ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis Pembacaan hasil – Aglutinasi ada antigen pada sel darah merah donor – Tidak aglutinasi tidak ada antigen pada sel darah merah donor Contoh pembacaan hasil golongan darah metode slide test Metode Tube Test Tujuan Untuk mengkonfirmasi golongan darah pasien sebelum dilakukan transfuse darah Alat dan Bahan – Tabung reaksi dan rak Mikropipet Centrifuge Suspensi sel eritrosit 5% donor Serum anti-A biasanya berwarna biru atau hijau Serum anti-B biasanya berwarna kuning Serum anti-AB biasanya berwarna merah muda/tak berwarna Serum anti-D Rhesus biasanya tidak berwarna / bening Cara Kerja Memipet 50 µl anti-A, anti-B, anti-AB, dan anti-D pada masing-masing tabung Memipet 50 µl suspensi sel eritrosit 5% donor ke tabung yang telah berisi antisera dan menghomogenkan Mencentrifuge dengan kecepatan 1000 rpm selama 60 detik Mengamati ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis Interpretasi Hasil Pembacaan Golongan Darah Cell Typing Golongan Darah A Aglutinasi pada anti-A karena golongan darah A mempunyai antigen A dan antibodi B Golongan Darah B Aglutinasi pada anti-B karena golongan darah B mempunyai antigen B dan antibodi A Golongan Darah AB Aglutinasi pada anti-A dan anti-B karena golongan darah AB mempunyai antigen A dan B tetapi tidak mempunyai antibodi Golongan Darah O Tidak terjadi aglutinasi karena golongan darah O tidak mempunyai antigen A dan B tetapi mempunyai antibodi A dan B Pemeriksaan Serum Typing Tujuan Untuk mengetahui golongan darah seseorang berdasakan antibodi yang terdapat di dalam serum Prinsip Reaksi antigen-antibodi berupa penggumpalan aglutinasi Metode Slide Test Tujuan Untuk mengkonfirmasi ulang golongan darah pendonor sebelum ditransfusikan kepada pasien yang didasarkan pada antibodi pendonor Alat dan Bahan – Object Glass Pengaduk Serum donor Suspensi sel A 10% Suspensi sel B 10% Suspensi sel O 10% Cara Kerja Memipet 50 µl suspensi sel A 10%, suspensi sel B 10%, dan suspensi sel O 10% pada objek glass Memipet 50 µl serum donor ke objek glass yang telah diberi suspensi sel Mengaduk dengan batang pengaduk masing-masing campuran darah donor dengan antisera dan menggoyang-goyangkan Mengamati ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis Metode Tube Test Tujuan Untuk mengkonfirmasi ulang golongan darah pendonor sebelum ditransfusikan kepada pasien yang didasarkan pada antibodi pendonor Alat dan Bahan – Tabung reaksi dan rak Mikropipet Centrifuge Serum donor Suspensi sel A 5% Suspensi sel B 5% Suspensi sel O 5% Cara Kerja Memipet 50 µl suspensi sel A 5%, suspensi sel B 5%,dan suspensi sel O 5% pada masing-masing tabung Memipet 50 µl serum donor ke tabung yang telah berisi suspensi sel dan menghomogenkan Mencentrifuge dengan kecepatan 1000 rpm selama 60 detik Mengamati ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis Interpretasi Hasil Pembacaan Golongan Darah Cell Typing Golongan Darah A Aglutinasi pada sel B karena mempunyai antibody B Golongan darah B Aglutinasi pada sel A karena mempunyai antibody A Golongan darah AB Tidak terjadi karena tidak mempunyai antibody Golongan darah O Aglutinasi pada sel A dan sel B karena mempunyai antibody A dan B
Halodoc, Jakarta – Zat antigen pada sel darah merah dan plasma darah menentukan jenis golongan darah seseorang. Antigen berfungsi sebagai penanda sel tubuh agar tubuh bisa membedakan sel tubuh sendiri dan sel yang berasal dari luar tubuh. Jika ada sel yang memiliki antigen yang berlawanan masuk ke dalam tubuh, maka sistem kekebalan tubuh otomatis mulai melawan sel yang dianggap asing tersebut dengan memproduksi Juga 9 Orang Ini Tidak Boleh Lakukan Donor DarahSistem yang paling umum digunakan untuk mengklasifikasikan darah adalah sistem golongan darah ABO dan sistem tipe Rhesus Rh. Kedua sistem ini dapat membantu jika kamu ingin melakukan transfusi darah. Lantas, apa yang membedakan golongan darah dan rhesus darah? Berikut penjelasannya. Golongan DarahDua antigen yang ditemukan pada permukaan sel darah merah disebut antigen A dan antigen B. Sistem pengelompokan golongan darah ABO berdasarkan pada antigen yang terkandung dalam sel darah merah. Seseorang mewarisi kombinasi antigen golongan darah tertentu yang dimiliki dari orang tua. Berikut sistem pengelompokan ABO berdasarkan antigenGolongan darah A memiliki antigen A pada sel darah merah dengan memproduksi antibodi anti-B dalam plasma darah B memiliki antigen B dengan memproduksi antibodi anti-A dalam plasma darah O tidak memiliki antigen, tetapi golongan darah ini memproduksi kedua antibodi, yakni anti-A dan anti-B dalam plasma darah AB memiliki antigen A dan B dalam sel darah merah, tetapi tidak memproduksi darah dari kelompok ABO yang tidak sesuai dengan antigennya dapat mengancam jiwa. Jika seseorang dengan darah golongan darah B diberikan darah dari seseorang yang memiliki golongan darah A, maka antibodi anti-A mereka menyerang sel-sel golongan darah A. Sel darah merah kelompok O tidak memiliki antigen A atau B, maka jenis golongan darah ini mendonorkannya kepada orang lain. Meski begitu, ini masih perlu dipertimbangkan Juga Waspadai Kehamilan Berbeda Rhesus Darah Rhesus DarahSistem golongan darah lainnya yang biasa digunakan adalah sistem rhesus sistem Rh. Pada sistem ini, kalau kamu memiliki antigen yang disebut antigen RhD pada permukaan sel darah merah, maka kamu memiliki Rhesus positif Rh +. Jika tidak, berarti kamu memiliki Rhesus negatif Rh-. Artinya, kamu dapat menjadi salah satu dari delapan golongan darahA RhD positif A +;A RhD negative A-;B RhD positif B +;B RhD negatif B-;O RhD positif O +;O RhD negatif O-;AB RhD positif AB +;AB RhD negative AB-.Pada kebanyakan kasus, darah negatif O RhD O- masih aman diberikan kepada siapa pun. Darah dengan rhesus ini sering digunakan dalam keadaan darurat medis ketika golongan darah tidak segera diketahui. Kondisi ini aman untuk sebagian besar penerima karena tidak memiliki antigen A, B atau RhD di permukaan sel, dan kompatibel dengan setiap golongan darah ABO dan RhD Juga Inilah Kepribadian Menurut Golongan DarahJadi, apakah kamu sudah tahu golongan darah dan rhesus darah yang kamu miliki? Kalau belum, lakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis golongan darah dan rhesus. Tidak perlu repot, sekarang cek laboratorium bisa di mana saja. Pesan melalui Halodoc dan pilih jenis pemeriksaan yang ingin kamu lakukan. Kemudian, petugas lab datang sesuai waktu yang NHS. Diakses pada 2019. Blood Dr. Diakses pada 2019. Blood typing.
GOLONGAN DARAH Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut. Sistem penggolongan darah besar yang dikenal adalah sistem ABO golongan darah A, B, AB, dan O serta sistem penggolongan darah Rhesus Rh+ dan Rh-. Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Dalam proses transfusi darah harus benar-benar memperhatikan golongan darah karena ketidakcocokkan golongan darah si penerima dengan si pendonor dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian bagi si penerima. Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. RHESUS Rhesus adalah sistem penggolongan darah berdasarkan ada atau tidaknya antigen D di permukaan sel darah merah, nama lainnya adalah faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh- Rhesus Negatif. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+ Rhesus Positif. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO dengan menambahkan “+” bagi pemilik faktor rhesus atau “-“ bagi yang tidak memiliki faktor rhesus dalam darahnya, sehingga kita mengenal golongan darah A+ atau A-, B+ atau B-, AB+ atau AB-, dan O+ atau O-. Delapan puluh lima persen penduduk dunia memiliki faktor rhesus Rh+ dalam darahnya, sementara 15% nya tidak memiliki faktor rhesus Rh- dalam darahnya. PEMERIKSAAN SEDERHANA GOLONGAN DARAH DAN RHESUS Persiapan Persiapan penderita tidak memerlukan persiapan khusus Persiapan sample Larutan sel darah merah yang akan diperiksa dari darah utuh Prinsip Reaksi antigen‑antibodi berupa penggumpalan aglutinasi Alat dan bahan Serum yang terdiri atas serum anti-A biasanya berwarna biru atau hijau, serum anti‑B biasanya berwarna kuning, serum anti‑AB biasanya berwarna merah muda/tak berwarna serum anti-D Rhesus biasanya tidak berwarma/bening Pemeriksaan Cara Slide Pada sebuah kaca obyek slide teteskan 1 tetes serum anti A disebelah kiri, 1 tetes tetes serum anti B ditengah, dan 1 tetes serum anti AB disebelah kanan. Pada kaca obyek yang lain teteskan 1 tetes serum anti-D anti Rhesus disebelah kiri dan 1 tetes serum yang akan diperiksa sebagai kontrol disebelah kanan. Pada masing‑masing serum teteskan 2 tetes darah yang akan diperiksa, campurkan dengan cara menggoyangkan kedepan dan kebelakang, sambil diamati adanya gumpalan aglutinasi berupa titik-titik halus seperti pasir yang akan terjadi. Pengamatan dilakukan dalam waktu 2 menit setelah percampuran serum dan darah yang akan diperiksa Kesalahan dapat terjadi dalam pembacaan secara kasat mata karena gumpalan yang terjadi bisa sangat halus dan tidak terlihat, pastikan secara mikroskopik Aglutinasi terjadi pada Penilaian anti‑A anti‑B anti‑AB anti‑D golongan darah Rh + - + + A Positif - + + + B Positif + + + - AB Negatif - - - - 0 Negatif Sumber kesalahan Masing‑masing serum tidak boleh tercemar oleh serum yang lain. Suspensi eritrosit juga tidak boleh tercemar oleh panel sel. Kalau hasil pengamatan aglutinasi meragukan, maka dapat diamati dibawah mikroskop. Published by dr. Natalina