Diatinggal di sini sudah sekitar 6 tahun," ucap M Muniri, Bagian Humas panti asuhan sekaligus pesantren di Kota Malang itu, Senin (22/11/2021). 2. "Korban ini anak panti asuhan, ibunya ART di Sidoarjo dan ayahnya mengalami ODGJ," ujar Leo A Permana, kuasa hukum korban, Senin (22/11/2021). 3.
PantiAsuhan Buka 24 jam WhatsApp 0812-4900-3430 Info Terbaru Diposting pada 2021 Agu 2 Istighosah, Dzikir dan Doa Rutin Setiap hari Jum'at 2021 Jan 24 - 2021 Jan 31 Istighosah bersama anak-anak Yatim Dhuafa Pesan online Mari Salurkan Zakat, Infaq dan Shodaqoh melalui Kami 2021 Jan 16 - 2021 Jan 31 Tunjukkan kode ini di toko:
SimakDi Sini. By Mitra Yatim 2 Desember 2021. Isi Paket Santunan Anak Yatim. Memberikan santunan kepada anak yatim memang sudah menjadi tradisi dari masyarakat Indonesia. Selain tradisi, hal ini juga salah satu ajaran yang diperintah di dalam agama Islam. Tak dapat dipungkiri, di setiap waktu pasti ada anak yatim dan perlu perhatian dari
Langsung dibawa sama mobil yang ada di dekat sini sama polisi," tutur Eti. Ledakan itu terjadi sekitar pukul 21.05 WIB. Ledakan itu sangat keras sehingga membuat lantai rumah warga di sekitar panti asuhan bergetar. Warga sekitar lokasi Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara di Jalan Nusantara Raya, Beji, Depok, menyebut ada tujuh orang yang berada
Berdasarkanpenelitian yang dilakukan oleh Rahma et al. (2014) masalah di Panti Asuhan seperti: terdapat beberapa anak yang masih egois, kurang peka terhadap keadaan sekitar, kurang bisa
REPUBLIKACO.ID, TANGERANG -- Dinas Kesehatan Kota Tangerang Provinsi Banten memastikan 33 anak penghuni panti asuhan Yayasan Islam Media Kasih Kelurahan Cipadu Kecamatan Larangan yang terkonfirmasi positif Covid-19 kini sudah pulih. Mereka sudah menjalani isolasi khusus di Puskesmas Jurumudi.
PantiAsuhan Yayasan Sayap Ibu Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu di dirikan sebagai jawaban atas kepedulian pendirinya terhadap nasib para bayi-bayi terlantar akibat kondisi yang memperihatinkan. Nama Sayap Ibu diambil sebagai penggambaran 4 5 Yudrik Jahja, Psikolgi Perkembangan, (Jakarta: Kencana, 2011), hlm. 217.
DiPanti asuhan Yapi, kader Partai berlambang bintang mercy tersebut mendapati anak-anak panti baru selesai berdoa siang, rombongan DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang diterima koordinator panti Ibu Grace. agar DPC kembali menjumpai anak-anak panti asuhan yang merupakan bagian dari keluarga besar Partai Demokrat di sini," ujarnya
Seluruhnyadiisolasi di lantai dua bangunan panti tersebut. "Ada 37 orang dan istri dari pengurus sehingga total 38 orang seluruhnya di isolasi di sini di lantai dua. Saat ini ada 4 orang anak-anak yang negatif dan di pisah di ruang depan," kata Abdul Wahid saat berada di lokasi, Kamis 15 Juli 2021.
Terbentuknyapanti tersebut, bermula dari pengalaman orang tua Dharmawan yang tidak mampu untuk bersekolah lantaran keterbatasan biaya. "Kondisi itu seolah mendorong ayah bermimpi untuk menyekolahkan anak-anak kurang mampu di sekitar sini," ujar Dharmawan.
zzKz0. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID arNY9h4PuaOZSEorH53JERm_fAMBIMiZfOitxhVO1kMWeYx3I4f3tg==
Anak Panti Asuhan Yayasan Sesamamu merayakan Natal. [NN/ – Panti ini bagaikan ibu yang selalu mempersiapkan anak-anaknya mampu menemukan mimpi dan masa depan mereka. Udara dingin akan menyapa siapa pun saat memasuki Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur NTT. Tidak Jauh dari pusat kota, berdiri Panti Asuhan PA Yayasan Sesamamu di atas tanah yang luasnya 8,5 hektar di Wae Peca, Desa Lalong, Kecamatan Wae Ri’i. Di sekitar bangunan panti, kebun membentang begitu luas. Di dalamnya ditanami berbagai jenis tanaman seperti cengkeh, kopi, dan buah-buahan. Pemimpin Panti Asuhan Yayasan Sesamamu, Pastor Yakobus Modo SVD mengungkapkan, panti ini dipersembahkan bagi anak-anak yang sebagian besar ditinggalkan oleh ibu mereka sejak belia. Hadirnya panti ini, agar mereka tidak kehilangan harapan dan putus asa. Di sini, mereka dibekali agar menjadi mandiri, sehingga dapat merajut masa depan mereka yang masih panjang. “Mereka bukanlah seperti anak-anak pada umumnya, yang setiap saat selalu mendapatkan kasih sayang dari orang tua. Mereka dititipkan sejak kecil di sini, bahkan sejak nol bulan, karena kehilangan ibu. Dengan terus ditempa, mereka dapat bertumbuh dengan semangat. Mereka memiliki harapan akan masa depan yang cerah,” kata Pastor Yakobus. Sebagai Ibu Saat PA Yayasan Sesamamu didirikan tahun 1959, angka kematian ibu meningkat di Kabupaten Manggarai. Dokter Ko prihatin dengan persoalan ini. Ia lalu menemui Pastor Karolus Kale Bale SVD. Kepadanya, Ko melaporkan enam anak telantar yang ia rawat di rumahnya. Saat itu, Ko bekerja di Rumah Sakit Umum Ben Mboi Ruteng Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat untuk menyediakan sebuah rumah bagi anak-anak itu. Atas arahan Pastor Kale, dirintislah PA Yayasan Sesamamu. Panti ini mulai beraktivitas di sebuah rumah dengan ukurannya kecil di Kampung Maumere, Ruteng. Keenam anak yang sebelumnya berada di tangan Ko menjadi penghuni pertama panti ini. Pastor Yakobus menjelaskan, pada perkembangan awal, panti ini dibantu oleh dua orang remaja, yakni Viktor Kristian Musa Bale dan Genofeva Sese. Keduanya kemudian menikah dan tetapi tetap mengabdi di panti setelah menikah. Pastor Kale selanjutnya mengirimkan Geno untuk studi keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan St Boromeus Bandung, Jawa Barat. Saat pulang, ia tetap bertahan untuk mengabdi di panti ini. Pada tahun 1961 panti dipindahkan ke Rumbit yang sekarang ini disebut Kampung Maumere akan tetapi daya tampungnya masih kecil. Pada tahun 1975 panti dipindahkan ke Wae Peca yang jaraknya sekitar enam kilometer dari Ruteng. Awalnya, panti didirikan di atas lahan warisan Pastor Yan Bala SVD, seluas kurang lebih satu hektar. “Dalam perjalanan, Pastor Kale bersama penggantinya Pastor Hilarius Gudi SVD membeli tanah dari masyarakat. Di atas tanah yang luas itulah, panti ini berdiri tegak hingga sekarang,” ujar Pastor Yakobus. Berdikari Sejak berdirinya panti ini banyak anak yang berasal dari keluarga tidak mampu diserahkan ke panti. Menurut Pastor Yakobus, anak-anak tersebut dibawa saat usia mereka masih belia. Beberapa dari mereka, bahkan dititipkan saat usia mereka barus atu hari. Dalam perkembangan waktu, panti juga memperhatikan anak-anak dari keluarga tidak mampu. Bagi mereka, panti akan membantu biaya sekolah, sedangkan kebutuhan sehari-hari diserahkan ke keluarga. Pastor Yakobus menjelaskan, sebagian besar anak yang tinggal di PA Yayasan Sesamamu merupakan anak yang kehilangan ibunya saat melahirkan. Mengingat hal itu, panti memiliki strategi tersendiri soal pola asuh. Hal ini agar mereka tidak kehilangan figur ibu. Untuk itu, masing-masing anak akan memiliki ibu asuh. Di panti sendiri ada lima orang ibu asuh, yang bertugas mengasuh mereka setiap saat. “Seperti yang saya lihat mereka itu seperti ibu dan anak. Ada ikatan batin yang tercipta. Ketika ibu asuh hilang sedikit saja, mereka pasti mencarinya,” jelasnya. Agar anak-anak panti tidak kehilangan masa depannya, mereka didorong untuk mengenyam pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga kuliah. Mereka disekolahkan di beberapa sekolah sekitar Kota Ruteng. Setelah lulus SMA, mereka melanjutkan pendidikan di STKIP St. Paulus Ruteng dan SETIKES Semarang, Jawa Tengah. Keseharian di PA Yayasan Sesamamu waktu telah dibagi mulai dari bangun pagi hingga malam. Setiap penghuni, mendapat tugas masing-masing mulai dari membantu di dapur hingga di kebun. Waktu belajar juga telah diatur. Mereka belajar dari pukul hingga pukul waktu setempat. Anak-anak dilatih untuk lebih mandiri. Pastor Yakobus membeberkan, agar panti mandiri dan tidak bergantung pada donatur, panti sedapat mungkin mengolah tanah milik panti. Di tanah itu, panti menanam cengkeh, kopi, bahkan tambak ikan dengan bekerja sama dengan Dinas Perikanan Ruteng. Panti juga membangun embung dengan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Selama tinggal di panti, anak-anak akan dilatih membantu di kebun dan mengurus ternak. Hasil kebun seperti cengkeh, sawah dan sayuran membantu kebutuhan mereka sehari-hari mulai dari makan hingga kebutuhan sekolah. Masing-masing anak mendapat tugas yang telah ditentukan setiap hari. Menimba Harapan Pastor Yakobus mengakui, tempat ini adalah berkat bagi semua anak tanpa terkecuali. Anak-anak ini memiliki masa lalu yang berbeda dari anak-anak pada umumnya. Mereka kehilangan ibu, padahal ibu memiliki peran penting di dalam hidup manusia. Ketika seorang anak kehilangan peran ibu tentu saja inilah yang membuat anak-anak ini merasa kehilangan. Pada dasarnya mereka merupakan berkat dari Allah. “Ini adalah rumah bertepi di saat ibu pergi. Panti ini sebagai ibu yang selalu mempersiapkan anak-anak. Bagaimana mereka mampu menemukan mimpi dan masa depan mereka,” kata Pastor Yakobus. Willy Matrona HIDUP 2019, 16 Juni 2019